SRILESTARIFARM.COM | Keberhasilan peternakan yang fokus pada pembibitan ditentukan oleh beragam faktor. Mulai dari gizi pakan hingga kebersihan kandang.
Kandang yang tidak bersih bisa mengundang banyak penyakit. Macam-macam penyakit bisa datang dan berdampak buruk pada kesehatan domba. Bahkan yang paling buruk bisa membuat domba mati.
Bahkan ada penyakit yang juga bisa menyebabkan si domba keguguran. Sehingga, peternak pembibitan bisa gagal.
Domba yang diharapkan dapat beranak-pinak dalam satu kelahiran 2-3 cempe, ternyata mati sia-sia. Secara ekonomi tentu si peternak rugi. Ditambah lagi bisnis petrnakan domba stagnan. Tidak menghasilkan apa-apa.
Oleh karena itu, kebersihan kandang menjadi solusi. Di tambah lagi, identifikasi domba yang sakit menjadi jalan terbaik. Untuk mengetahui penyakit si domba dan mengisolasi doma yang sedang sakit.
Nah, salah satu penyakit yang menyebabkan keguguran pada domba saat sedang bunting adalah penyakit Leptospirosis. Penyakit Leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang menyerang hewan serta manusia.
Penyakit ini hampr ditemukan di seluruh dunia. Mayoritas di bumi eriklim tropis dan subtropis. Nah, Penyebab leptospirosis adalah Leptospira interrogans (patogenik) yang memiliki banyak serovar.
Berikut fakta-fakta tentan penyakit leptospirosis:
Pertama, penyakit leptospirosis di negara beriklim tropis lebih banyak 1000 kali per tahun.
Kedua, pada tahun 2011, penyakit Leptospirosis menyerang masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan Leptospirosis statusnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Ketiga, praktik peternakan rakyat yang menempatkan sapi dan domba dalam satu ruang, membuat penularan leptospirosis dari hewan ke hewan lebih cepat. Penularan leptospirosis secara langsung dapat terjadi secara transplasental, kontak seksual , serta lewat proses menyusu.
Keempat, Leptospirosis muncul akibat infeksi Leptospira pada domba umumnya disebabkan oleh serovar Hardjo. Nah, Serovar Hardjo ini berdampak pada keguguran domba saat bunting.
Tentu proses keguguran ini membuat peternak harus menerima kerugian secara ekonomi. Oleh karena itu selalu jaga kebersihan kandang. Ditambah lagi upayakan identifikasi domba yang sakit. Kemudian isolasi si domba untuk mencegah proses penularan.